Senin, 15 Desember 2008

Affandi, H.

Tokoh Seni Rupa. Lahir di Cirebon tahun 1907. Ia putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Riwayat pendidikan: HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS. Sekitar tahun 30-an, Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung, yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Mereka itu adalah Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938, melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis.
Pameran pertama kalinya dilakukan di Gedung Poetra di Jakarta tahun 1943 (poesat tenaga rakyat) yang dipimpin oleh empat serangkai : Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Ki hajar Dewantara, dan Kiyai Haji Mas Mansyur. Antara tahun 1945-1947 Affandi aktif membuat poster perjuangan untuk membangkitkan perlawanan rakyat terhadap kaum kolonialisme Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.Pada periode tahun 1949-1951, ia mendapat grant dari pemerintah India dan tinggal di sana selama dua tahun sambil melukis serta mengadakan pameran keliling kota besar di India. Pada periode tahun 1951-1977, ia mengadakan pameran keliling di negara Eropa. Ditunjuk pemerintah RI sebagai wakil Indonesia dalam pameran Internasional di Brazili dan Venezia tahun 1954, ia memenangkan hadiah kemudian di San Paolo. Pada tahun 1957, ia mendapat grant dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempelajari metode pendidikan seni serta tinggal di sana selama empat bulan, sempat pula mengadakan pameran tunggal di World House Gallery, New York, Amerika Serikat.
Menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari University of Singapore pada tahun 1974, kemudian di tahun 1977, ia menerima hadiah perdamaian International dari Yayasan Dag Hammerskoeld serta menerima gelar Grand Maestro di Gedung San Marzano Florence, Italia. Kemudian ia diangkat menjadi anggota hak-hak azasi manusia dari Komite Pusat Diplomatic Academy of Peace PAX MUNDI di Castello San Marzano Florence, Italia. Sekembalinya dari sana, ia mendapat undangan dari Raja Arab Saudi sekalian naik haji bersama istrinya, Maryati.
Pada Agustus 1978, ia menerima penghargaan piagam tanda kehormatan Bintang Jasa Utama”dari Presiden Republik Indonesia atas jasa-jasanya yang besar terhadap negara dan bangsa Indonesia dalam suatu bidang atau peristiwa tertentu. Pada 1984 bulan September, mendapat undangan dari Konsul Jendral RI di Houston, Texas, Amerika Serikat, untuk pameran bersama tiga pelukis besar Indonesia : Affandi, S. Sudjojono, dan Basuki Abdullah. Pada 1986, diangkat menjadi Anggota Dewan Penyantun Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Tahun 1987, mengadakan pameran tunggal pada ulang tahun yang ke-80 sekaligus merupakan peresmian penggunaan gedung pameran seni rupa milik Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang terletak di jalan Medan Merdeka Timur, Gambir Jakarta.
Kemudian disusul mendapat penghargaan melalui Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI) yang penyerahannya dilakukan di Istana negara oleh Presiden Soeharto. Affandi saat itu menggunakan kursi roda karena kesehatannya semakin menurun saja. Peristiwa ini berlanjut dengan dibangunnya Museum Affandi, yang terletak di sisi kali Gajah Wong Yogyakarta dan sempat ditinjau oleh Presiden Soeharto. Meninggal di Yogyakarta, 23 Mei 1990 dan dimakamkan di halaman museumnya. Terakhir tinggal di Jl. Solo 167 Yogyakarta. Penerima Penghargaan Seni Pemda DIY Tahun 1990.

Tidak ada komentar: